![]() |
| Pasar Batu Rawa Bening |
![]() |
Harus Pandai Memilih |
Pusat Batu Permata di Rawa Bening, Jakarta sudah sejak lama berdiri, dari awalnya hanya lapak sederhana sampai sekarang sudah menempati sebuah gedung bertingkat. Demam batu akik di Indonesia baru terasa sejak beberapa tahun terakhir ini saja. Sekarang kemanapun kita pergi dapat ditemukan lapak batu akik. Banyak orang beralih profesi, pedagang pulsa isi ulang saja sekarang ikut-ikutan gosok batu akik. Katanya dari pada jualan pulsa perdana/isi ulang lebih untung terima jasa gosok batu akik, sekali gosok dibandrol Rp 30.000 dan kalau sehari tiga berarti sudah dapat uang Rp 90.000,-
Selain usia dewasa, demam batu akik sudah melanda sampai usia anak-anak baik lelaki maupun perempuan, tetapi kalau kami amati lebih dominan kaum laki-laki yang menjadi penggemar batu akik.
Apakah demam batu akik hanya bersifat musiman ?, pertanyaan ini sangat sulit dijawab. Kita coba flash-back atau melihat kebelakang yang namanya penyakit demam...boleh donk!
Anda ingat ?, beberapa tahun yang lalu kita pernah mengalami demam pohon Adenium (kamboja) yang batang-batangnya di-ikat pakai kawat, kemudian demam pohon Aglaonema dan seterusnya demam pohon Gelombang Cinta. Semuanya hanya semusim !! Sekarang pohon Gelombang Cinta sudah murah karena tidak diminati lagi.
Anda ingat ?, beberapa tahun yang lalu kita demam ikan Diskus, kemudian deman ikan Louhan dan pernah juga deman Hamster dll.
Kami pribadi melihat bahwa segala sesuatu yang bisa dibudi dayakan / diternakan dengan mudah maka harganya pasti akan turun karena hukum ekonomi berlaku, yaitu S > D. Artinya kalau penawaran mem-bludak dan lebih besar dari permintaannya, maka dapat di-pastikan harga akan terjun bebas.
Yuk kita bedah !!
Yuk kita bedah !!
Apakah tambang-tambang batu akik akan semakin menipis dengan berjalannya waktu? jawab : YA
Apakah kehidupan sekarang banyak stress ? jawab : YA
Apakah gunanya seseorang memiliki hobby ? jawab : NGURANGIN STRESS
Apakah salah satu cara menghilangkan stress ? jawab : SALURKAN HOBBY ANDA
Apakah daya beli masyarakat Indonesia meningkat ? jawab : TOTALITAS YA
Siapa melarang suami kalau pergi ke pusat batu ? jawab : istri dan anaknya
Apakah sekarang kita sudah bisa menjawab pertanyaan diatas ? jawab : GAK TAHU DEH !
Perlu di-ingat, ada hobby yang bersifat langgeng. yaitu demam ikan Koi, yaitu ikan yang asal-usulnya dari negeri Sakura. Yuk coba kita analisa ?
*** Kami melihat bahwa keterlibatan pemerintah Japan turut berperan didalam industri ikan Koi tersebut dan juga keterlibatan para ahli/asosiasi swasta didalam industri tersebut.
Pertanyaan : Apakah ikan Koi bisa di-budi dayakan ? jawab : BISA
Pertanyaan: Mengapa harga nya tidak terjun bebas ? jawab: lihat ***
Ikan Koi bisa diternakan dan bisa menghasilkan ratusan anak-anak ikan Koi, TETAPI dari ratusan anakan tersebut hanya beberapa saja yang masuk kwalifikasi bagus dan dapat diperlombakan. Para ahli/asosiasi disana pandai dalam meneliti dan merumuskan kriteria/specifikasi ikan Koi yang bagus, bahkan anda dapat membaca literatur-literatur tentang ikan Koi hampir diseluruh toko-toko buku di dunia dan hampir disetiap negera ada asosiasi-asosiasinya <baca: koitutor.blogspot.com>
Di-Indonesia saja anda banyak menemukan kontes atau lelang ikan koi yang juri nya berasal dari Japan. Disini, kita bisa melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana keterlibatan dan keseriusan pemerintah Japan didalam mendukung budayanya.
Dalam ke-sehari harian bangsa Japan memiliki rasa Nasionalisme yang sangat tinggi, orang Japan tidak pandai berbahasa Inggris, walaupun generasi muda-nya sekarang mulai belajar bahasa asing. Jadi kalau kita naik taxi di Japan dengan mayoritas pengemudi yang usianya sudah lanjut mendingan bawa kartu nama alamat hotel dan kasih dia baca deh, jangan berharap dia bisa Inggris.
Mungkin yang membedakan karena di Japan hanya ada suku yaitu suku dan bangsa Japan (satu bahasa), dan kalau di Indonesia banyak sekali suku, dari suku Sunda, Jawa, Batak, Ambon. Padang dll. Rasa nasionalisme di Indonesia dimulai dengan rasa nasionalisme ke-daerahan dahulu sebelum menuju nasionalisme secara bangsa. Dia satu step dan kita dua steps
Dalam ke-sehari harian bangsa Japan memiliki rasa Nasionalisme yang sangat tinggi, orang Japan tidak pandai berbahasa Inggris, walaupun generasi muda-nya sekarang mulai belajar bahasa asing. Jadi kalau kita naik taxi di Japan dengan mayoritas pengemudi yang usianya sudah lanjut mendingan bawa kartu nama alamat hotel dan kasih dia baca deh, jangan berharap dia bisa Inggris.
Mungkin yang membedakan karena di Japan hanya ada suku yaitu suku dan bangsa Japan (satu bahasa), dan kalau di Indonesia banyak sekali suku, dari suku Sunda, Jawa, Batak, Ambon. Padang dll. Rasa nasionalisme di Indonesia dimulai dengan rasa nasionalisme ke-daerahan dahulu sebelum menuju nasionalisme secara bangsa. Dia satu step dan kita dua steps
Apakah pemerintah Indonesia juga mampu ?????? jawab : HARUS MAMPU
Salam <gemshobbyist.blogspot.com>
Salam <gemshobbyist.blogspot.com>


No comments:
Post a Comment